Segumpal harapan

Seperti tertiup angin jiwa ini semakin melayang tanpa ada nyawa, teruss dan terus terbang tak tahu arah, bagaikan tak ada pegangan yg ia genggam.
Wajahnya pun semakin layu, hampa dan pucat, tapi ia bnyak harapan, seorang anak yg tumbuh dewasa yg terlihat kaku saat berjalan, menunduk ke tanah ketika di tegakkanya kehadapan mentari.

Aku tidak puas, aq galau dan aq ragu, hanya nuraniku yg bs berbicara, tetapi nuraniku susah untuk di lontarkan, susah untuk di suarakan, seperti terjepit di ruang yg sempit, banyak tekanan… Tekanan.. Akhirnya nurani itu pun tak bisa bicara yg di ucapkan oleh mulut, dia hanya bs diam, mematung, kaku, katatonik…

Laju waktu terus berputar, nuraninya pun masih menumpuk, sampai rahangpun sudah tak bisa digoyangkan, gigi geligipun juga tak patut di hentakkan untuk mengeluarkan suara nurani, hanya bisa menganggutkan kepala dengan senyuman miris, walaupun emosinya ttp membara..

Sekali-kali dia jatuh, sekali dia bangkit bangkit dan bangkit memikul tekanan, sekali di tekan hilang semua harapan, padahal harapannya adalah harapan besar, harapan kebahagiaan.. Harapan itu harus tetap bs di wujudkan, harus, tidak boleh tidak, karena nuraninya berkata “YA”.

Pagi indah di kamar suram, 15 september 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

langgananQuw ^^

  • Tak ada

Isi dalam Cintaku^^

%d blogger menyukai ini: