filosofi hujan

Banyak yg bertanya kepada saya ” suka amat sich sama hujan, hobby ye?!”
Nah di sini saya akan menjelaskan blak-blakan ttg pertnyaan temanku itu…

Dalam kehidupan, tentunya akan ada hari dimana hujan turun. Seringkali kesedihan dan kesulitan diibaratkan bak hujan badai yang turun
Meskipun begitu, hujan tak selalu berarti kesedihan. Hujan juga bisa berarti “hadiah” dari Allah.
Hujan itu sesuatu yang “MENYENANGKAN” dan bila perlu, kita lepas baju keluar rumah dan hujan-hujanan bareng.(Asik ujan2an :p), Intinya bernostalgia, “berbahagialah selama masih bisa menikmati kebahagiaan,” kurang lebih seperti itulah petuah moralnya.

Banyak saudara-saudara kita di luar sana yang menunggu datangnya hujan dalam waktu yang lama.
Nah dalam tulisan kali ini mungkin saya akan lebih memilih perumpaan hujan sebagai bentuk
ujian, kesedihan, atau kesulitan yang datang dalam kehidupan.
Hujan turun bak air mata yang jatuh berderai bersama kesedihan.

1) Hujan itu PASTI akan turun dalam beberapa episode kehidupan, dan mungkin dalam beberapa
kasus hujan SERINGKALI berlangsung lama.

2) Kita TIDAK BISA menolak, mengusir, atau menghentikan hujan yang akan/sudah turun

3) Tapi kita bisa mencari perlindungan saat hujan itu turun, sehingga kita tidak basah kuyup.

4) Kita bisa berteduh sendiri di bawah lindungan payung.
Namun, meski bagaimanapun ketika kita sudah berteduh dibawah payung tentunya ada percikan air hujan yang akan mengenai kita. Kita tidak akan 100 % kering tapi tentunya percikan air hujan yang turun tidak akan membuat kita basah kuyup, dan mungkin hanya genangan air di kaki lah yang akan membasahi.

5) Berteduh dibawah payung pun bisa dilakukan berdua atau lebih, namun pastinya akan semakin kecil kemungkinan kita untuk 100% kering. Mungkin hanya bagian leher keatas, atau hanya
wajah saja.

6) Berteduh dari hujan tidak hanya dapat dilakukan dengan modal payung semata. Masih banyak tempat berteduh lainnya seperti pertokoan terdekat atau rumah sendiri.
Dalam kasus berteduh dibawah rumah atau toko, tentunya chance untuk tetap kering semakin besar. Dalam hal ini yang akan “menerima” seluruh terpaan hujan dan angin yang datang adalah atap atau dinding rumah tersebut. Mereka berusaha keras melindungi kita dari terpaan hujan dan angin yang mengamuk dengan badannya sendiri.

7) Tapi dalam kehidupan, ada beberapa orang yang malah tidak berteduh saat hujan datang. Mereka tetap berjalan mencapai tujuan, menentang angin dan hujan. Bagi orang yang seperti ini mungkin mereka akan segera mencapai tujuan, namun ada kemungkinan jika daya tahan mereka masih belum cukup kuat mereka akan sakit.

8) Bahkan ada beberapa orang yang akan menyambut datangnya hujan, berlari menyambut hujan,menari dibawah hujan, karena hal itu dapat membawa kesenangan bagi mereka.

Ratapan hujan di jendela kamar rumah

180311😀 salam aagt😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

langgananQuw ^^

  • Tak ada

Isi dalam Cintaku^^

%d blogger menyukai ini: